oleh

Sebut Sri Mulyani Sebagai Menteri Pencetak Utang, Prabowo Kena Skakmat Direktur CITA

-Viral-13 views

Indosatu.Net – Prabowo Subianto kembali mendapat kritikan pedas dari Yustinus Prastowo, direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA).

Melalui akunnya @prastow, Yustinus Prastowo menulis, Orang yang mengkritik Sri Mulyani sebagai Menteri Pencetak Utang itu adalah pengusaha yang mengelola perusahaannya dengan utang, kemudian terlilit & kesulitan melunasinya. Mana yang lebih layak dipercaya?

Sebelumnya  Prabowo Subianto, capres nomor urut 02, mengkritik keras pemerintah soal utang. Menurut Prabowo, utang pemerintah saat ini menumpuk terus.

Bahkan, Prabowo menegaskan jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang.

“Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain,” ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019).

Bukan itu saja, pria yang pernah maju di Pilpres 2014 kemudian itu juga menyebut kondisi saat ini sudah stadium lanjut.

“Saudara-saudara saya menerima dukunganmu, sebagai kehormatan tapi jangan mengira saya ini orang sakti yang bisa dengan tongkat saya simsalabim selesai, tidak bisa. Ini kalau ibarat penyakit saya katakan stadium sudah cukup lanjut sudah lumayan parah. Utang menumpuk terus,” tambah Prabowo.

Mengutip data APBN KiTa Kementerian Keuangan, utang pemerintah pada Desember 2018 tercatat sebesar Rp 4.418,30 triliun. Angka ini naik Rp 22,33 triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,97 triliun.

Utang ini terdiri dari pinjaman serta penerbitan Surat Utang Negara (SBN). Pinjaman yang ditarik pemerintah di 2018 tercatat mencapai Rp 805,62 triliun.

Sebagian besar sisanya, merupakan hasil penerbitan SBN pemerintah di 2018 yang mencapai Rp 3.612,69 triliun maupun 81,77% dari total utang pemerintah pusat.

Surat berharga negara tersebut dibagi menjadi dua yakni denominasi rupiah yang mencapai Rp 2.601,63 triliun & denominasi valas yang mencapai Rp 1.011,05 triliun.

Yang jelas, total utang pemerintah yang sebesar Rp 4.418,30 triliun itu sama dengan 29,98% dari produk domestik bruto (PDB) yang berdasarkan data sementara Rp 14.735,85 triliun. Itu berarti utang pemerintah masih aman, jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB.

Prabowo menambahkan kalau terpilih nanti dia bakal memilih putera-puteri terbaik untuk memperbaiki kondisi bangsa. Mereka dipilih tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras maupun antar golongan.

Persatuan itu, kata Prabowo, bakal membuat bangsa Indonesia tak diremehkan.

“Saya sudah sampaikan maka kita bakal kumpulkan putea putri terbaik dari bangsa Indonesia the best and the brightest sons and daughters of Republic Indonesia. Kita bakal kumpulkan yang terbaik dari semua kelompok etnis, dari semua suku, semua agama, dari semua latar belakang, yang terbaik kita kumpulkan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia,” kata Prabowo. (hns/imk)

.
.

.
.

.
.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed