oleh

Terungkap! Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Masih Dikaji Pemerintah

-Viral-38 views

Indosatu.Net – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan pemerintah dengan lembaga terkait masih mempertimbangkan pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba’asyir. Ia mengatakan pertimbangan tersebut dilihat dari berbagai aspek khususnya ideologi.

“Masih perlu dipertimbangkan dari aspek-aspek lainnya seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum, & lain sebagainya,” kata Wiranto di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin malam (21/1).

Oleh sebab itu, kata dia, Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada pejabat terkait untuk segera melakukan kajian secara lebih mendalam & komprehensif dalam rangka pembebasan Ba’asyir.

Hal itu ia sampaikan usai menjalani rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/1) siang.

Lihat juga: Luhut Tak Peduli Kritik Australia Soal Pembebasan Ba’asyir

Wiranto juga sempat menyinggung soal permintaan dari keluarga Ba’asyir yang telah mengajukan permintaan pembebasan sejak tahun 2017. Alasannya, keluarga mempertimbangkan usia yang sudah cukup tua & kesehatan yang semakin memburuk.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melalui kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra bakal segera membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir. 

Pada Jumat (18/1) lalu, Yusril mengunjungi Ba’asyir di Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Pak Jokowi mengatakan maka dibebaskan jangan ada syarat-syarat yang memberatkan beliau. Jadi beliau menerima semua itu & ini bukan mengalihkan beliau seperti tahanan rumah tidak,” ujar Yusril.

Lihat juga: Alasan Ba’asyir Tolak Teken Dokumen Ikrar pada Pancasila
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan pembebasan Ba’asyir sebab alasan kemanusiaan mengingat usianya sudah cukup tua & sering sakit. 

Secara terpisah, Jokowi pun angkat bicara soal pembebasan Abu Bakar Ba’asyir. Ia mengkonfirmasi pembebasan Ba’asyir itu.

“Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” kata Jokowi usai meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqom, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1).

Jokowi menambahkan keputusan tersebut telah dibahas bersama Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, & penasihat hukumnya Yusril Ihza Mahendra.

Selain itu, pembebasan Ba’asyir sendiri sudah ditempuh sejak Desember 2018 lalu. Namun, saat itu syarat-syarat yang perlu dilengkapi untuk membebaskan Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu masih belum terpenuhi. (dni/osc/cnnindonesia.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed