oleh

Batal Divonis Lepas, Alfian Tanjung Kembali Dihukum 2 Tahun Penjara!

-Viral-63 views

Indosatu.Net – Mahkamah Agung (MA) menganulir vonis lepas atas Alfian Tanjung dengan menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara. Alfian dinyatakan terbukti menyebarkan kebencian dengan menyebut ‘PDIP 85 persen isinya kader PKI’.

Kasus bermula saat ia membuat cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’ di akun Twitter-nya pada awal 2018. PDIP tidak terima & melaporkan kasus itu ke ranah hukum.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut kalimat cuitan dari akun Twitter Alfian mempunyai makna provokatif yang dapat membangkitkan rasa marah & kebencian terhadap PDIP.

Pada 30 Mei 2018, PN Jakpus melepaskan Alfian. Menurut majelis PN Jakpus. perbuatan terdakwa cuma copy-paste media untuk di-posting akun media sosialnya.

Tidak terima, jaksa mengajukan kasasi. Gayung bersambut. MA mengabulkan permohonan tersebut.

“Kabul,” demikian lansir website MA, Kamis (20/12/2018).

Perkara nomor 1940 K/PID.SUS/2018 itu diadili oleh ketua majelis Sri Murwahyuni, dengan anggota MD Pasaribu & Eddy Army. Putusan itu diketok pada 12 November 2018.

“Menyatakan terdakwa Drs Alfian, MPd, alias Alfian Tanjung telah terbukti secara sah & meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja & tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian maupun permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras & antargolongan. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh sebab itu dengan pidana penjara semasa 2 tahun & pidana denda Rp 100 juta dengan ketentuan andaikan denda tersebut tidak dibayar maka diganti pidana kurungan semasa 1 bulan,” ujar majelis.

Dengan vonis di atas, maka total hukuman yang harus dijalani Alfian, yaitu semasa 4 tahun penjara dari dua kasus. Vonis pertama terkait dengan pidatonya di Masjid Mujahidin, Surabaya. Dalam ceramahnya itu, ia menyebut Teten Masduki sebagai antek PKI. Alfian menyebut Teten sebagai komunis. Bahkan pihak Istana Kepresidenan juga dituding kerap menggelar rapat soal PKI setiap pukul 20.00 WIB sejak Mei 2016.

Saat ini Alfian sedang menghuni LP Porong untuk menjalani proses pidana kasus pertamanya.
Alfian sebelumnya telah dihukum pidana penjara semasa 2 tahun pada tahun lalu, terkait dengan ujaran kebencian pula.
(detik.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed