oleh

La Nyalla Bukan Otak Isu Jokowi PKI tapi Lawan Politiknya, Siapa Dia?

-Viral-6 views

Indosatu.Net ~ La Nyalla Mattaliti sudah membuat pengakuan maka dirinyalah yang menciptakan isu Jokowi bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Selain itu, mantan politisi Partai Gerindra itu juga mengaku kreator Jokowi keturunan China.

Kendati demikian, isu & fitnah tersebut bukan berarti terhenti secara otomatis. Pasalnya, La Nyalla bukanlah otak di balik serangan isu hoax & fitnah dimaksud.

Demikian disampaikan pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe kepada JPNN (grup PojokSatu.id), Senin (17/12/2018) malam.

Karena itu, Maksimus meyakini, isu & hoax terhadap Jokowi itu bakal terus terjadi semasa masa kampanye Pilpres 2019 ini.

“Isu itu bisa berakhir bisa juga tidak. Tergantung sejauh mana lawan politik Jokowi memainkan isu itu,” ungkap Maksimus.

Lebih lanjut, direktur eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia ini menyebut, isu PKI sejatinya sudah tak lagi menggerus elektabilitas calon presiden petahana itu.

Alasannya, saat terjadinya pemberontakan G/30 S PKI, mantan Gubernru DKI Jakarta itu masih berusia empat tahun.

Selain itu, Jokowi juga pernah bekerja di PT Kertas Kraft Aceh (KKA) yang notabene adalah perusahaan BUMN.

Hal itu makin menguatkan maka isu itu adalah hoax semata lantaran tidak mungkin seseorang dengan latarbelakang maupun keturunan PKI bisa bekerja di BUMN semasa orde baru.

Akan tetapi, lanjut Maksimus, kalau fitnah soal Jokowi komunis & nonmuslim masih efektif untuk memengaruhi pemilih, maka isu itu bakal terus diproduksi.

Karena itu, masif maupun tidaknya isu Jokowi komunis & nonmuslim bakal tergantung pada lawan politiknya.

“Jika merasa masih efektif, mereka bakal tetap memainkannya. Apalagi isu ini kan belum tentu awal mulanya dari La Nyalla,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya La Nyalla Mattaliti mengaku maka dirinya yang membuat & menyebarkan isu maka Jokowi PKI & keturunan China.

Hoax itu ia ciptakan saat ia masih menjadi bagian jantung pemenangan Prabowo di Pilpres 2014 yang kala itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.

Mantan Ketua PSSI itu menerangkan, isu tersebut lantas ia sebarkan melalui majalah Obor Rakyat yang salah satunya disebarkan di Pulai Madura, Jawa Timur.

Alahasil, perolehan suara Prabowo-Hatta di pulau garam itu melejit meninggalkan pasangan Jokowi-JK.

(jpg/ruh/pojoksatu)

Sumber: pojoksatu.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed