oleh

Rommy PPP Jelaskan Perbedaan Hoax soal Jokowi Dulu Serta Sekarang, Jangan Kaget Ya!

-Viral-3 views

Indosatu.Net – Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) menjelaskan perbedaan hoax terhadap calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) saat Pemilu 2014 & sekarang. Saat 2014, Rommy berada di pihak Prabowo Subianto, yang berpasangan dengan Hatta Rajasa. 

Menurut Rommy, perbedaan terletak pada aktor yang menyebarkan. Pada 2014, penyebar hoax Jokowi adalah simpatisan, termasuk soal tabloid ‘Obor Rakyat’, yang menyebut Jokowi kader Partai Komunis Indonesia & nonmuslim.

“(‘Obor Rakyat’) itu simpatisan. Saya ada di tim resmi Prabowo & saya memastikan itu bukan diciptakan oleh tim resmi. namun sebagai tim resmi waktu itu, kami mengetahui,” ucap Rommy, yang juga menjadi anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, selepas mengisi acara Rakornas Hukum & Advokasi TKN, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12/2018).

Rommy menyatakan pernah melihat dumi ‘Obor Rakyat’. Bahkan dia pernah diminta mengoreksi. 

“Kemudian, saya sebagai ketua Divisi Staf Strategi Prabowo-Hatta (Hatta Rajasa), saya mengatakan saya tidak ikut-ikut sebab ini hoax. Kalau memang kalah, nanti bakal jadi masalah, & betul jadi masalah,” ucap Rommy. 

Saat ini, menurut Rommy, penyebaran hoax justru dilakukan oleh Badan Tim Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga. Bahkan oleh Prabowo sendiri.

“Bukan cuma tim Prabowo, tapi Pak Prabowo sendiri saja sudah banyak hoax yang disampaikan. Seperti Indonesia bubar 2030, kan itu hoax. Orang adanya dari novel. Ratna Sarumpaet dipukuli, kan itu yang jumpa pers Pak Amin Rais, kan tokoh-tokohnya langsung,” sebut Rommy.

Rommy merasa prihatin dalam kondisi itu. Ada degradasi di dalam tim pemenangan Prabowo. 

“Jadi ini sudah menunjukkan penurunan kualitas manuver mereka sebab dulu kan yang turun kroco-kroco, sekarang sudah bos-bosnya langsung yang turun,” ucap Rommy.

Prabowo memang sempat dicap sebagai penyebar hoax sebab ikut ‘membesar-besarkan’ isu soal penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Isu tersebut memang hoax setelah Ratna menyatakan sendiri maka dia tidak dianiaya. 
(detik


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed