oleh

Ratna Sarumpaet Disebut Terindikasi Alami Gangguan Kejiwaan. Nah loh?!

-Viral-51 views

Indosatu.Net – Seorang psikiater bernama Hubertus Kasan Hidajat mengungkapkan maka Ratna Sarumpaet mengalami gangguan kejiwaan & mengidap hipomania.

Hal tersebut disampaikan Hubertus dalam acara “Indonesia Lawyers Club” (ILC) TV One, yang diunggah di Youtube pada Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, Ratna Sarumpaet diindikasi mengalami kelainan jiwa yang disebut hipomania.

Lalu Hubertus menjelaskan maka seorang yang terkena hipomania biasanya sangat semangat, aktif, & banyak ide.

Orang tersebut juga tak mengenal lelah, namun pada batas tertentu bakal menunjukkan suatu kelainan yang disebut bipolar.

Baca: Ratna Sarumpaet Sedang Diet, Makanan Dikirim dari Keluarga ke Rutan

Dilansir dari Wikipedia, bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem berupa mania & depresi.

Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan, yaitu kebahagiaan (mania) & kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola maupun waktu yang pasti.

Hubertus menjelaskan maka seorang penderita hipomania memiliki sisi positif, yakni bisa menjadi orang kaya raya & sukses.

“Tapi kalau sudah sampai menyerang orang lain, usahanya belum selesai ditinggal, itu jadi bumerang & itulah yang kita sebut bipolar,” jelas Hubertus.

“Itu mempunyai gejala tempelan yang kita sebut dengan psikopatik, gejala khasnya itu asal ngomong maupun bohong, kemudian gejala yang satunya lagi yaitu paranoid maupun curiga,” katanya.

Paranoid maupun ketakutan yang dialami oleh Ratna kemudian dikaitkan dengan kebohongan yang disusun.

“Ketika hasil operasi kurang bagus, ia panik, maka ia dengan berani mengatakan hal yang seperti sungguh terjadi,” katanya.

Untuk itu, Hubertus menganggap wajar andaikan Ratna kemudian mengakui kebohongannya lantaran penderita hipomania memiliki mood yang naik-turun.

“Pada waktu dia semangat dia hantam terus, besoknya dia bisa down depresi, dia takut, dia ngaku semua. Jadi yang terjadi pada RS itu masalah kondisinya seperti itu, bukan niat dia, tapi reaksi kepanikan, jadi perlu bantuan psikiater,” tegasnya.

Hubertus kemudian menyampaikan maka Prabowo & Amien Rais tidak bisa dikatakan tertipu oleh kebohongan Ratna sebab psikiater juga tidak bisa membedakan kata-kata penderita hipomania — apakah yang dikatakannya itu benar maupun bohong.

Namun yang disayangkan oleh Hubertus yakni reaksi Prabowo & Amien Rais, yang terkesan tergesa-gesa tanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu.

Reaksi itulah yang menurutnya kemudian menjadi akibat besar hingga kasus tersebut menjadi besar.(Tribunnews.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed