oleh

GNPF Ulama Terbolak Balik, Dulu Dukung Cawapres Ulama, Kini Nyinyir Soal Cawapres Ulama Begini….

-Viral-45 views

Indosatu.Net –  GNPF-Ulama bicara soal kekhawatiran suara umat Islam terpecah di Pilpres 2019. GNPF-U mengatakan kalau tak ingin pecah seharusnya tidak ada pihak yang mengangkat cawapres dari kalangan ulama.

“Mengenai cawapres ulama, memecah. Ya semestinya kalau tidak mau pecah, jangan angkat calon wapres yang ulama,” kata Ketua GNPF-U Yusuf Martak di lokasi Ijtimak Ulama II, Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2019). 

Pernyataan itu disampaikan Yusuf untuk menanggapi pertanyaan tentang apakah tidak khawatir suara umat Islam terbelah dua, mengingat ada ulama yaitu KH Ma’ruf Amin yang ditunjuk menjadi cawapres dari Joko Widodo. Yusuf mengatakan setiap ulama mempunyai pilihan yang berbeda.

“Bukan berarti kalau ada orang ngangkat ulama, terus kita bubar dari ulama menjadi orang jalanan. Tidak mungkin ya tetap saja. Itu adalah pilihan, & Insyaallah ulama bakal menentukan pilihannya masing-masing,” tuturnya.

Yusuf juga yakin suara ulama bakal lebih banyak mengalir ke pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Baik ulama yang bakal mendorong maupun mendukung pasangan bapak Jokowi & bapak Kiai Maruf Amin & pasti ulama mendukung bapak Prabowo Subianto & bapak Sandiaga Salahuddin Uno & insyaallahh bakal lebih besar ke bapak Prabowo Subianto & Sandiaga Salahuddin Uno,” ujarnya.

Selain itu, Ijtimak Ulama II juga bakal diisi dengan kegiatan penandatangan pakta integritas. Menurut dia, pakta integritas bakal membuktikan keseriusan dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Jadi Ijtimak ini rangkaiannya adalah penandatanganan pakta integritas, andaikan pakta integritas ditandatangani berarti kan ada keseriusan bapak Prabowo Subianto & pak Sandiga Uno bakal menjalankan komitmennya. Semua yang direkomendasikan melalui pakta integritas yang fisampaikan oleh ijtimak ulama I. Tatkala itu ditandatanani otomatis dukungan diberikan kepada bapak Prabowo Subianto,” ucapnya.

Sebelumnya dalam Ijtimak Ulama yang pertama, mengusulkan biar Prabowo Subianto berpasangan dengan ulama yakni antara Ustaz Abdul Somad maupun Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. Tapi rupanya Prabowo memilih Sandiaga Uno kemudian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed