oleh

Viral Calon Ibu Ini Sebut Bidan Sales Vaksin, Dapatkan Balasan Menohok Bikin Warganet Ketawa

-Viral-53 views

Indosatu.Net –  Memilih anaknya untuk divaksin maupun tidak adalah hak setiap orang tua.

Meskipun begitu, kini tengah banyak digencarkan edukasi-edukasi pentingnya vaksin measles rubella maupun MR.

Permasalahan pro-vaksin & anti-vaksin ini pun menimbulkan perdebatan tersendiri.

Beberapa orang memilih untuk pro-vaksin sebab merasa hal tersebut penting untuk kesehatan si anak itu sendiri & anak-anak lain di sekitarnya.

Sementara beberapa orang lain memilih menjadi anti-vaksi sebab ragu bakal kehalalan bahan maupun merasa anak dapat tumbuh dengan baik tanpa suntik vaksin.

Namun agaknya, perdebatan mengenai pro-vaksin & anti-vaksin ini semakin ramai di media sosial.

Ada kalanya, perdebatan itu menyinggung beberapa profesi di antaranya adalah dokter & bidan.

Seperti perdebatan seorang bidan & calon ibu ini.

Pemilih akun Facebook Fauzi Hernanto membagikan hasil tangkapan layar dari aplikasi Whatsapp.

Dalam tangkapan layar tersebut, nampak percakapan antara seorang bidan & seorang calon ibu yang bakal melahirkan.

Si ibu meminta biar anaknya tidak perlu divaksin saja.

Bidan pun dengan menyetujui hal tersebut dengan santun.

“Assalamualaikum bu bidan, nanti kalau anak saya lahiran, saya nggak mau anak saya divaksin yah.” 

“Waalaikumsalam. Baik bu, kalau itu sudah ibu pelajari & sudah disepakati sama suami ibu.” 

Namun jawaban dari bidan tersebut entah bagaimana malah ditanggapi dengan tak enak oleh si ibu tadi. 

Ibu tersebut malah menuliskan hal yang membuat si bidan tersinggung. 

“Bu bidan bukan sales vaksin kan? Maaf saya sebut nakes (tenaga kesehatan) yang nyuruh pasiennya vaksin itu ga lebih seperti sales.” 

Kalimat itu pun membuat bu bidan merasa sedih & mengungkapkan rasa tersinggungnya tersebut. 

Bukannya berhenti, ibu tersebut malah makin melebar menuliskan tentang hukum vaksin dalam agama & bahan vaksin. 

“Mubah kalau dianggap darurat. Menurut saya, ini bukan keadaan darurat.”

Bidan tersebut pun akhirnya menuliskan balasan panjang yang menjelaskan maka para nakes cuma bekerja sesuai dengan apa yang mereka pahami. 

Dan permasalahan pro maupun anti vaksin tidak perlu disikapi hingga menyebut nakes sebagai sales vaksin. 


Belum sampai di situ, bidan tersebut kemudian memberikan sedikit pelajaran kepada ibu tersebut. 

Ia menanyakan apakah nanti saat lahiran ingin dianastesi sebelum dijahit maupun langsung dijahit saja. 

Ibu itupun meminta untuk dianastesi sebab kalau langsung dijahit maka bakal sangat sakit. 

“Tapi ini belum ada label halalnya bu, saya juga tidak tahu apakah ini dibuat dari bahan yang haram maupun engga,” tulis bidan itu seolah ingin membalik omongan ibu tadi. 

“Tapi kan ini darurat,” balas calon ibu itu. 

Bidan tersebut kemudian menjelaskan dengan sedikit menohok maka anastesi tidak darurat sebab tanpa anastesi pun proses penjahitan tidak bakal membunuh sang ibu. 

“Atau nggak perlu dijahit aja bu? sebab juga nggak darurat,” pungkasnya. 

Bidan itu kemudian mengakhiri perdebatan tersebut & memutuskan untuk batal menjadi bidan ibu tersebut. 

Dituliskannya, ia berteman dengan banyak pro-vaksin & anti-vaksin, namun ia merasa tidak senang dengan kata-kata ibu tersebut yang kasar.

Unggahan Fauzi Hernanto itu pun viral & mendapat beragam reaksi.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut sudah dibagikan hampir 8 ribu kali & menuai lebih dari 300 komentar.

Lek Ir: Kalo sdh “sakit” menyangkut dirinya baru cap Darurat…ketinggian elmu.

Lica Rizwaty: Hahaha, yg model begini knapa pola pikir nya pada setipe ya?? Klo untuk diri sendiri bisa minta beda perlakuan…

Dewi Putri: Kediri Dak di jahit juga dak mati cuma memble doang he he…

Samson Hakim: Begini Cara orang cerdas-waras Melucu. Bu bidannya Keren, tersungging marah tapi tetap lucu.

Aleesya Ayaka: makjleb..sebenarnya nggak cuma obat bius.. obat untuk gigi dll juga belum ada label halalnya.. hehehe. herannya kenapa cuma vaksin yg dicecar terus menerus..
dan sekarang para av nggak mau disebut av, maunya disebut penggalak/penggiat kehalalan..tp cuma vaksin yg diungkit2…. apa kabar dengan obat2 lain yang justru lebih sering dikonsumsi..hehehe

Andika Fitri: Lagian dr awal bidan nya juga menghargai keputusan pasien kok kalo ngga mau di vaksin. Tp pasien nya aja lgsg ngegas ngatain sales… Balesan bu bidan mantapppp…. Ga tersulut emosi tp langsung kena sasaran

Wara Heksa: Hapsari Bidannya sabar, kalau orang lain sudah nggak tertata ngomongnya, dikatain sales lagi… yang diajak ngomong emang kurang ajar aja… minta ditampol.(Tribunnews.com)

.
.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed