oleh

Anies Kecewa, Anggota OK OCE Mulai Mundur, Serta Gubernur DKI Minta…

-News-316 views

Indosatu.Net – Sejumlah isu seputar Jabodetabek mewarnai pemberitaan Kompas.com sepanjang Kamis (6/9/2018). 

Salah satu yang ramai dibaca pembaca Kompas.com yakni mengenai ungkapan kekecewaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Hal tersebut terkait dengan masalah penataan di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan. 

Anies kecewa sebab konsultan yang mengerjakan penataan di sana tidak mendengar aspirasi warga.

 Anies mengaku, telah mengevaluasi proses penataan di Bukit Duri & bakal berkoordinasi dengan warga terkait rencana penataan.

1. Anies: Saya Juga Kecewa sama Aparat yang Jalannya Enggak Benar Gubernur DKI Jakarta Anies 

Baswedan mengakui ada masalah dalam penataan kawasan Bukit Duri, yang disebut tidak melibatkan warga setempat. 

Anies mengaku, dirinya memiliki kekecewaan yang sama seperti warga Bukit Duri, sebab konsultan yang mengerjakan penataan itu tidak mendengar aspirasi warga. 

“Sama, saya juga kecewa sama aparat yang jalannya enggak benar. Semua bakal dapat teguran. Konsultannya tidak menjalankan tugas dengan benar, konsultannya lebih banyak ngobrol sama sudin, dari pada sama warga,” kata Anies, di Ancol, Kamis (6/9/2018). 

Anies mengaku, telah mengevaluasi proses penataan di Bukit Duri & bakal segera kembali berkoordinasi dengan warga terkait rencana penataan. 

Sebelumnya, Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka Sandyawan Sumardi menyebut, penataan Bukit Duri lewat program CAP oleh Pemprov DKI Jakarta tak melibatkan warga. Sandyawan menyebut, penataan itu ternyata cuma mempercantik lingkungan.

2. Anggota OK OCE Mulai Mundur Saat Memasuki Tahap Perizinan 

Kepala Suku Dinas Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM) Jakarta Timur, Rizal Khadafi, mengungkapkan, para peserta OK OCE umumya berhenti maupun mengundurkan diri saat memasuki tahap perizinan (4P) dari tujuh tahap (7P) yang mesti dilalui. 

Pasalnya, perizinan berhubungan dengan tempat usaha maupun zonasi. Tempat usaha yang masuk dalam zona hijau dipastikan tak bakal diizinkan untuk tempat usaha. “Menyangkut 7 pass ini. 

Biasanya suka banyak yang terhenti diperizinan sebab menyangkut zonasi. 

Terutama kalau di zona hijau kan enggak bisa. Makanya, di tengah jalan banyak yang mundur,” kata Rizal di Kantor Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (6/9/2018). 

Selain terganjal perizinan, banyak peserta mundur saat sudah memasuki tahap pemasaran (P5), pelaporan keuangan (P6), & permodalan (P7). 

3. Gubernur DKI Minta Atlet Asian Para Games Tidak Utamakan Bonus Gubernur DKI Jakarta 

Anies Baswedan mengharapkan atlet-atlet Asian Para Games 2018 asal DKI Jakarta tidak mengutamakan bonus saat berlaga dalam pesta olahraga difabel se-Asia pada Oktober mendatang. Menurut Anies, prioritas utama para atlet adalah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih medali emas. Adapun bonus berbentuk uang merupakan apresiasi tambahan. 

“Kita semua semangat sebab tergetar saat mendengar Indonesia Raya digaungkan saat emas diraih. Menurut saya itu penghargaan tertinggi kita & penghargaan itu tentu ditambah dengan apresiasi dalam bentuk rupiah,” kata Anies di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/9/2018). 

Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan peraih medali emas Asian Para Games 2018 memperoleh bonus dari Pemprov DKI. Anies menuturkan, medali emas yang diraih para atlet seharusnya menjadi penghargaan tertinggi & simbol kebanggan atlet.

Sumber : Kompas.com


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed