oleh

Satu Tentaranya Terbunuh, Israel Serang Gaza Besar-besaran

GAZA – Militer Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap posisi Hamas di Jalur Gaza sejak Jumat petang, tak lama setelah seorang tentaranya terbunuh dalam bentrok di perbatasan. Serangan udara ini telah dikonfirmasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

“Jet-jet IAF (Angkatan Udara Israel) baru-baru ini melakukan serangan berskala luas terhadap sasaran-sasaran militer Hamas di seluruh Jalur Gaza menyusul serangan penembakan yang parah terhadap tentara IDF siang ini (Jumat kemarin). IDF saat ini melakukan serangan di berbagai lokasi,” kata IDF dalam pernyataan yang diunggah di Twitter via akun resminya @IDFSpokesperson, Sabtu (21/7/2018).

IDF menegaskan bahwa satu tentaranya tewas setelah diserang di perbatasan Gaza pada hari Jumat.

“Hari ini seorang tentara tempur IDF tewas selama kegiatan operasional di dekat Jalur Gaza selatan. Skuad teroris menembak pasukan IDF dan tentara IDF terluka parah. Dia kemudian menyerah pada luka-lukanya. Keluarganya telah diberitahu,” lanjut pernyataan IDF.

“IDF melihat serangan hari ini dan kegiatan bermusuhan yang diatur oleh Hamas selama bulan-bulan terakhir dengan sangat keras. Hamas memilih untuk meningkatkan situasi keamanan dan akan menanggung konsekuensi atas tindakannya,” imbuh militer Israel tersebut.

Baca: Gaza Kembali Memanas, 1 Tentara Israel dan 4 Warga Palestina Tewas

Selain menggunakan pesawat jet tempur, IDF juga mengerahkan tank untuk menyerang para milisi Hamas.

Serangan besar-besaran dilancarkan IDF sejak Jumat malam setelah Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengatakan kepada Hamas bahwa batas waktu pemberitahuan untuk menghentikan serangan layang-layang sudah habis.

Sesaat sebelum serangan dimulai, pejabat keamanan utama Israel mengadakan pertemuan. Pertemuan itu dilaporkan media setempat bahwa operasi militer berskala penuh di Gaza bisa serupa dengan yang terjadi pada tahun 2014.

Sementara itu, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nickolay Mladenov, menyerukan semua orang di Gaza untuk mengambil langkah menjauh dari apa yang dia sebut “ambang” dari perang lain.

“Ketegangan harus dikurangi tidak minggu depan dan tidak besok tetapi sekarang!,” tulis dia di Twitter. “Mereka, yang ingin memprovokasi orang Palestina dan Israel ke dalam perang lain, tidak boleh berhasil.”

(mas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed