oleh

PBB Peringatkan Serangan Mematikan Israel di Gaza Dapat Picu Perang

NEW YORK – PBB mendesak semua pihak di Jalur Gaza untuk mundur dari tepi jurang peperangan setelah ketegangan terjadi selama berbulan-bulan di wilayah itu.

“Semua orang di Gaza perlu untuk mundur dari tepi jurang. Tidak minggu depan. Tidak juga besok. Tepatnya sekarang!” kata Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov.

“Mereka yang ingin memprovokasi warga Palestina dan Israel ke dalam perang tidak boleh berhasil,” tulisnya di Twitter seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/7/2018).

Pasukan Israel melepaskan gelombang serangan di Jalur Gaza pada Jumat kemarin setelah mengatakan pasukannya diserang. Serangan Israel tersebut menewaskan tiga anggota Hamas.

Sebuah pernyataan militer Israel mengatakan, tembakan dilepaskan ke arah pasukan saat terjadi protes baru di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. Sebagai tanggapan, pesawat dan tank Israel menargetkan sasaran militer di sepanjang Jalur Gaza.

Tidak disebutkan apakah ada tentara Israel yang terluka dalam penembakan itu.

“Dua warga Palestina tewas dalam serangan timur Khan Yunis di Gaza selatan dan satu lagi dekat Rafah,” kata kementerian kesehatan wilayah kantong itu.

Sayap militer kelompok Islam Hamas menyebut ketiga orang yang tewas itu adalah pejuang.

Koresponden AFP melaporkan serangan udara berlanjut hingga malam hari, dengan sejumlah ledakan di berbagai bagian Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa korban keempat, seorang pria, ditembak mati oleh pasukan Israel selama protes di sepanjang perbatasan.

Akhir pekan lalu terjadi bentrokan paling sengit antara Israel dan militan Palestina di Gaza sejak perang tahun 2014, yang menimbulkan kekhawatiran akan konflik lain.

Sejak aksi protes pecah pada 30 Maret, setidaknya 149 warga Palestina telah tewas. Sebagian besar ditembak selama demonstrasi dan bentrokan di sepanjang perbatasan, tetapi yang lain tewas dalam serangan udara atau oleh tembakan tank.

(ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed