oleh

Turki-AS Gelar Pembicaraan Masalah Sanksi Iran

ANKARA – Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Turki bertemu pada hari Jumat untuk membahas sanksi Amerika yang akan datang terhadap Iran. Sanksi ini berpotensi menimbulkan ketegangan baru dua negara.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pendanaan Teroria Marshall Billingslea, yang bertemu dengan pejabat keuangan dan Menteri Luar Negeri Turki, mengatakan pembicaraannya di Ankara sangat positif dan tidak ada permusuhan di kedua sisi. Dia juga bertemu dengan sejumlah perusahaan Turki.

Sementara kementerian luar negeri Turki mengatakan bahwa pembicaraan itu untuk memantau sanksi dan pihak berwenang bekerja untuk memastikan bahwa Turki tidak terkena dampak negatif oleh sanksi AS yang akan datang.

Presiden Donald Trump pada bulam Mei lalu mengumumkan bahwa ia akan menarik Amerika Serikat keluar dari perjanjian tahun 2015 mengenai program nuklir Iran dan akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran. Pemerintahannya mengancam negara-negara dengan sanksi jika mereka tidak memotong impor minyak Iran pada awal November ini.

Turki, yang mengimpor lebih dari separuh pasokan minyaknya dari Iran, sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat memutus perdagangan dengan Iran. Ankara mengatakan bahwa pihaknya tidak berkewajiban untuk mematuhi keputusan sepihak AS.

Pejabat Departemen Keuangan AS telah dilaporkan mengatakan bahwa Washington dapat mempertimbangkan untuk memberikan keringanan sanksi ke beberapa negara yang memerlukan waktu untuk memotong impor minyak dari Iran.

Berbicara kepada sekelompok kecil wartawan di Ankara, Billingslea tidak akan mengatakan bagaimana Turki akan diberikan pengecualian.

“Pada titik ini, saya tidak dalam posisi untuk menyarankan bahwa kami mengeluarkan keringanan atau pengecualian,” katanya seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (21/7/2018).

Pada saat yang sama, Billingslea mengatakan bahwa AS bersikeras menegakkan sanksi baru lebih aktif.

Pada bulan Mei, pengadilan AS menghukum seorang bankir Turki dari Halkbank yang dikelola negara karena perannya dalam membantu Iran menghindari sanksi ekonomi AS. Saksi kunci adalah pedagang emas Iran-Turki Reza Zarrab, yang bersaksi bagaimana dia mengatur skema dan membayar suap kepada pejabat atas Turki. Bank itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Departemen Keuangan AS dan berharap tidak menimbulkan kerusakan, tetapi kasus ini telah menekan hubungan Turki-Amerika.

“Kali ini, sanksi perbendaharaan akan diberlakukan sangat, sangat agresif dan sangat komprehensif,” kata Billingslea.

“Saya pikir pemerintah Turki mengerti posisi kami tentang itu,” imbuhnya.

“Kami tentu akan sangat, sangat prihatin tentang mencoba untuk berdagang dengan Iran dengan emas,” ujar Billingslea, menambahkan bahwa AS sedang melacak dan mencoba memahami pembelian besar emas di Turki.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed