oleh

Persaingan Indonesia Open 2018 Ketat, Prize Money Meningkat

-Sport-168 views

JAKARTA – Turnamen golf bergengsi BRI Indonesia Open 2018 diramaikan 150 pegolf dari 17 Negara yang dihelat 12-15 Juli di Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan. Istimewanya, turnamen yang masuk kalender Asian Tour ini mengalami peningkatan jumlah prize money dari USD300 ribu menjadi USD500 ribu.

 

Turnamen Indonesia Open edisi ke-36 ini menjadi kebanggaan sejak kali pertama dihelat pada 1974. Tahun ini, Indonesia Open sangat istimewa penyelenggaraannya karena bersamaan dengan Asian Games 2018 yang akan digelar di tempat yang sama.

 

’’PB PGI terlibat langsung dalam penyelenggaraan Indonesia Open kali ini. Persiapan kita tahun ini lebih baik. Hadiah bertambah dari USD300ribu menjadi USD500 ribu. Ini menjadi kesempatan golfer Indonesia baik amatir dan pro untuk menambah pengalaman bertanding dengan pegolf luar negeri,’’kata Ketua Umum PB PGI Murdaya Po di Pondok Indah Golf Course, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

 

Tuan rumah Indonesia mendapat kesempatan mengirimkan 20 pegolf pro dan 10 amatir untuk bersaing di BRI Indonesia Open 2018. Lima di antaraa pemain amatir adalah pegolf tim nasional yang disiapkan menghadapi Asian Games 2018. Yakni, Naraajie Emerald Ramadan Putra, Jonathan Wiyono, Almay Rayhan, Kevin Caesario Akbar, dan Rifqi Alam.’’Harapan kami seluruh pegolf terutama lokal bisa memperoleh manfaat dari turnamen ini,’’tuturnya.

 

Juara bertahan asal Thailand Panupol Pittayarat dipastikan tampil untuk mempertahankan trofi yang direbutnya tahun lalu. Selain Panupol, andalan Indonesia George Gandranata turut tampil untuk memperebutkan hadiah total USD500 ribu. Pemenang BRI Indonesia Open akan mendapatkan hadiah USD90 ribu dan exemption dari Asian tour selama dua tahun.

Pondok Indah Golf Course merupakaan salah satu lapangan bergengsi di Indonesia. Lapangan ini satu-satunya di Indonesia yang pernah menjadi tuan rumah World Cup pada 1983. Sejak kali pertama dihelat 1974, pegolf Indonesia hanya sekali menjadi juara melalui Kasiadi pada 1989.

 

’’Kondisi lapangan sehari-haari sudah memenuhi syarat turnamen Internasional. Perbedaannya hanya di tinggi rough dan green speed yang harus menyesuaikan dengan permintaan Asian Tour,’’kata Budi Kosasih, direktur operasional Pondok Indah Golf Course.

(aww)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed