oleh

Jangan Abaikan Prestasi Anak Bangsa

-Teknologi-151 views

JAKARTA – Pemerintah dan industri diharapkan tidak mengabaikan berbagai prestasi dan inovasi yang dihasilkan anak bangsa. Karya yang mereka tunjukkan terbukti unggul dan berpotensi untuk di kembangkan untuk kepentingan lebih luas.

Salah satu bukti keunggulan karya itu ditunjukkan kendaraan hasil inovasi Tim Sapu Angin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berhasil memenangi kejuaraan tingkat internasional di London, Inggris baru-baru ini. ITS memenangi kejuaraan Shell Eco Marathon Drivers’ World Championship (DWC) 2018 di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London, kemarin.

Tim Sapu Angin ITS berhasil menyisihkan kontestan lain yang berasal dari benua Amerika dan Eropa. Adapun di belakang Tim Sapu Angin ditempati Tim Sask Eco UC dari Kanada dan Tim INSA de Toulouse dari Prancis yang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.

Shell-Eco Marathon World Driving Championships merupakan kejuaraan yang menguji kecepatan dan daya tahan kendaraan hemat energi. Dengan demikian, perguruan tinggi di Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia dalam menghasilkan inovasi kendaraan hemat energi.

Pekan sebelumnya (5/7), tiga mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi, dan Thya Laurencia Benedita Araujo menjuarai kompetisi Shell Ideas360 2017/2018 berkat gagasan mobil pintar di sektor energi berjudul “Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)” yang juga digelar di London, Inggris.

Mereka mengalahkan empat tim finalis lainnya dari American University of Sharjah (Uni Emirat Arab), University of Texas (Amerika Serikat), University of Bordeaux (Prancis), dan University of Melbourne (Australia).

Kompetisi yang telah dimulai sejak tahun 2013 ini menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future di London, Inggris, pada 5-8 Juli 2018. Adapun Shell Ideas360 adalah kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air.

Pengamat pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Said Hamid Hasan menilai prestasi yang ditunjukkan mahasiswa ITS sangat luar biasa. Namun lebih dari itu, dia berharap keberhasilan tersebut bisa berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat luas. Dia juga berharap pemerintah untuk terus mendukung kendaraan yang dihasilkan ITS ini menjadi produk kebanggaan bangsa.

“Selamat ITS semoga berdampak luas bagi masyarakat, dan bangsa jangan seperti melempar batu di laut, muncul percikan air sedikit dan sebentar setelah itu hilang,” katanya. Dia menuturkan, sejatinya banyak prestasi anak bangsa yang sudah ditorehkan bagi negeri ini.

Dia mengatakan, beberapa tahun lalu mahasiswa UPI memenangkan lomba mobil hemat BBM yang hasilnya sangat dihargai oleh pabrikan Ferrari di Italia sehingga mahasiswa tersebut pun diundang beberapa kali ke markas besar Ferrari di Italia.

“Bahkan, siswa SMA pun banyak yang berhasil dalam lomba internasional, tapi sepi tanggapan kecuali pujian sesaat. Sekarang ITS juara Eco Driving Competition dan rasanya bukan sekali ini ITS menang di ajang internasional dan akan sepi tanggapan,” ujarnya khawatir.

Belajar dari persoalan tersebut, dia menyarankan pemerintah mengubah strategi kebijakannya. Menurut dia, karya pemenang seperti ini, harus dikembangkan menjadi centre of excellent dari studi terkait. Pemerintah juga perlu mendorong dunia industri untuk membesarkannya.

“Mereka bukan saja mengharumkan nama bangsa, tapi mem buka peluang untuk menyejahterakan bangsa dengan temuan itu. Jadi bukan hanya apresiasi, tetapi jadikan temuan itu berkembang. Dengan temuan seperti ITS ini, dan sebelumnya mahasiswa UPI dan temuan lain dalam otomotif maka harus diikuti dengan kebijakan kewajiban industri automotif menyerapnya,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed